Analisis Sistem Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen Menggunakan Fuzzy Matching dan Metode TOPSIS pada Dinas Kominfo Kota Tomohon

Authors

  • Yosita Rante Tando Universitas Negeri Manado
  • Audy Aldrin Kenap Universitas Negeri Manado
  • Kristofel Santa Universitas Negeri Manado

DOI:

10.33395/jmp.v15i1.16159

Keywords:

E-government, Fuzzy matching, Kelengkapan dokumen, SPBE, TOPSIS

Abstract

Penelitian ini menganalisis dan mengevaluasi Sistem Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen Perizinan (SPKDP) pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tomohon guna mengatasi hambatan pra-penyaringan yang disebabkan oleh heterogenitas penamaan berkas, format yang tidak standar, dan keterbatasan pemeriksaan manual. Sistem ini mengintegrasikan dua komponen utama: fuzzy matching untuk mengakomodasi variasi penamaan dan kesalahan pengetikan dalam metadata dokumen menggunakan leksikon sinonim domain dan ambang batas kesamaan yang dapat dikonfigurasi, serta metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) sebagai metode pengambilan keputusan multi-kriteria untuk memprioritaskan antrian verifikasi. Pengembangan sistem mengikuti Modified V-Model pada arsitektur PHP Native MySQL yang menerapkan kontrol akses berbasis peran, pencatatan audit, dan penyamaran data identitas. Evaluasi membandingkan dua baseline pencocokan nama berkas eksak dan daftar periksa manual—terhadap metode yang diusulkan menggunakan metrik Akurasi, Presisi, Recall, dan F1 untuk kinerja deteksi; rata-rata waktu verifikasi per permohonan untuk efisiensi; serta Kendall tau dan Spearman rho untuk konsistensi peringkat dengan penilaian ahli. Hasil menunjukkan bahwa fuzzy matching secara signifikan mengurangi false negative pada konvensi penamaan berkas yang tidak standar, sementara otomasi mempersingkat waktu pra-penyaringan dari rata-rata 12,4 menjadi 6,8 menit per permohonan. TOPSIS menghasilkan peringkat prioritas yang stabil dan sangat selaras dengan penilaian ahli, dengan Kendall tau sebesar 0,78 dan Spearman rho sebesar 0,88, keduanya signifikan secara statistik. Leksikon sinonim yang dapat ditelusuri, ambang batas yang dapat dikonfigurasi, dan prosedur evaluasi yang transparan menjadikan solusi ini dapat direplikasi lintas jenis perizinan dan instansi pemerintah. Penelitian lanjutan mencakup pengayaan kesamaan semantik melalui penyematan teks dan pembobotan adaptif melalui metode AHP atau entropi.

GS Cited Analysis

Downloads

How to Cite

Tando, Y. R., Kenap, A. A. ., & Santa, K. (2026). Analisis Sistem Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen Menggunakan Fuzzy Matching dan Metode TOPSIS pada Dinas Kominfo Kota Tomohon. Jurnal Minfo Polgan, 15(1), 820-830. https://doi.org/10.33395/jmp.v15i1.16159

Most read articles by the same author(s)