Analisis Wilayah Peri Urban Berdasarkan Karakter Sosial dan Ekologi Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe
DOI:
10.33395/jmp.v15i2.16317Keywords:
Wilayah Peri Urban, Karakter Sosial dan Ekologi, Kecamatan WawotobiAbstract
Secara geografis Kecamatan Wawotobi terletak antara 3°48’45”-3°55 Lintang Selatan, serta antara 122°5’-121°12’30” Bujur Timur, dengan total luas wilayahnya 32,69 KM². Kecamatan Wawotobi sebagai salah satu wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Konawe merupakan wilayah yang memiliki fungsi yang cukup kompleks. Kecamatan Wawotobi merupakan bagian dari wilayah Kota Unaaha yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Konawe, ditetapkan sebagai dari Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) yang menjalankan fungsi pelayanan kegiatan perkotaan, namun juga oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pertanian Tanaman Pangan. Kecamatan Wawotobi terdiri dari 14 Desa/Kelurahan, dimana terdapat 5 Kelurahan yang masuk dalam bagian Kota Unaaha, dan 9 lainnya merupakan Desa/Kelurahan yang berada diluar bagian dari Kota Unaaha. Sehingga kecenderungan klasifikasi karaktersitik wilayahnya dapat ditinjau dari pendekatan konsep wilayah peri urban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis karaktersitik wilayah peri urban di Kecamatan Wawotobi berdasarkan karakter sosial dan ekologi. Aspek karakter sosial ditinjau dari sisi: a) Kepadatan Penduduk; b) Persentase Rumah Tangga Pertanian; c) Sarana Pendidikan; d) Sarana Kesehatan, sedangkan dari aspek karakter ekologi ditinjau dari: a) Penggunaan Lahan Pertanian; b) Luas Permukiman. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat 2 (dua) wilayah yang masuk dalam kategori “peri urban primer” atau wilayah desa/kelurahan yang ciri kekotaannya lebih mendominasi dibandingkan ciri kedesaan, yakni Kelurahan Wawotobi dengan total skor “18” dan Kelurahan Inalahi dengan total skor “15”. Terdapat 4 (empat) wilayah yang masuk dalam kategori “peri urban sekunder” atau wilayah desa/kelurahan yang ciri kekotaan dan kedesaannya saling mempengaruhi yakni, Kelurahan Bose-Bose, Kelurahan Kasupute, Kelurahan Lalosabila, dan Kelurahan Hopa-Hopa. Dan terdapat 8 (delapan) wilayah yang masuk dalam kategori “rural peri urban” atau wilayah desa/kelurahan yang ciri kedesaannya lebih mendominasi dibandingkan ciri kekotaannya, yakni Kelurahan Nohu-Nohu, Kelurahan Inolobu, Kelurahan Palarahi, Kelurahan Kulahi, Kelurahan Ranoeya, Kelurahan Puusinawi, Desa Kasumewuho, dan Desa Ohotay.
Downloads
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Edwar Ariano, Minson Simatupang, Adris A. Putra, La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.










