Monitoring Kelembapan Tanah Tanaman Cabai Katokkon Dengan Konsep Wireless Sensor Network
DOI:
10.33395/jmp.v15i2.16351Keywords:
Kelembapan tanah, MQTT, Monitoring, Quality of Service (QoS), Topologi MeshAbstract
Kelembapan tanah yang tepat berperan signifikan dalam budidaya cabai karena secara langsung memengaruhi pertumbuhan dan hasil panen tanaman. Namun, metode pengamatan manual yang selama ini digunakan sering kali menyebabkan kesalahan dalam penyiraman, baik karena penilaian visual yang kurang akurat maupun ketergantungan pada estimasi waktu penyiraman sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring kelembapan tanah yang lebih akurat dan efisien menggunakan teknologi Wireless Sensor Network (WSN). Sistem ini memanfaatkan lima node sensor yang terhubung dalam topologi mesh, dengan protokol MQTT untuk memastikan komunikasi data yang efisien. Setiap sensor dirancang untuk mengukur tingkat kelembapan tanah secara real-time dan mengirimkan data tersebut ke gateway. Gateway kemudian meneruskan data ke server ThingSpeak melalui koneksi Wi-Fi untuk pemrosesan dan visualisasi. Hasil pengujian sistem berdasarkan parameter Quality of Service (QoS) dan standarisasi TIPHON menunjukkan packet loss sebesar 3.0% dalam kategori “memuaskan, delay 358ms dalam kategori "cukup memuaskan", dan throughput 0.00279 kbps (dalam kategori "kurang memuaskan". Meskipun hasil throughput belum optimal, sistem ini tetap memberikan solusi yang efektif bagi petani untuk memantau kelembapan tanah secara real-time dan nirkabel. Dengan optimalisasi lebih lanjut, sistem ini memiliki potensi untuk meningkatkan kinerja secara signifikan dan mendukung pengelolaan pertanian yang lebih efisien.
Downloads
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Samrius Upa', Juprianus Rusman, Amsal Tandi Pakendek

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.










