Strategi Self-Management Para Pekerja Remote
DOI:
10.33395/remik.v10i1.15728Keywords:
Manajemen Sumber Daya Manusia, Human Resources, freelancer, pekerja remote, self-management, strategi, SWOTAbstract
Perkembangan sistem kerja remote menuntut pekerja untuk memiliki kemampuan self-management yang baik guna menjaga produktivitas dan keberlanjutan karier di tengah minimnya pengawasan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi self-management para pekerja remote yang tergabung dalam Komunitas Freelancer Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method concurrent research, dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dari 30 responden melalui teknik kualitatif dan kuantitatif, kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa faktor internal berupa kemandirian kerja, fleksibilitas waktu, disiplin diri, dan penguasaan teknologi menjadi kekuatan utama pekerja remote, sementara kelemahan meliputi ketidakkonsistenan jam kerja, prokrastinasi, serta batas kerja dan kehidupan pribadi yang kurang jelas. Dari sisi eksternal, peluang muncul dari meningkatnya permintaan jasa digital dan akses ke platform freelance global, sedangkan ancaman berasal dari persaingan ketat dan praktik banting harga jasa. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan nilai IFAS sebesar 3,04 dan EFAS sebesar 3,04, yang menempatkan strategi self-management pekerja remote pada Kuadran I (Strength–Opportunities). Posisi ini mendukung penerapan strategi agresif, yaitu memanfaatkan kekuatan internal untuk merespons peluang eksternal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-management merupakan faktor kunci bagi pekerja remote dalam menghadapi dinamika persaingan kerja digital.
Downloads
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siska Ayudia Adiyanti, Granit Agustina, Riva NurNatasya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










